Penderitaan dan Teodisi
Senin, 25 November 2013
0
komentar
Pengalaman-pengalaman manusia dalam menghadapi serta mengalami bencana dan penderitaan, mengarahkan manusia
mempertanyakan sejauh mana Keadilan Allah atau Teodisi. Apakah bencana dan
penderitaan adalah Teodisi ataukah konsekwensi logis dari kebebasan manusia?
Ataukah memang bencana dan penderitaan yang terjadi itu di luar kekuasaan
Allah? Jika memang dari Allah sebagai Teodisi demi kebaikan manusia, kebaikan
yang seperti apa yang kemudian dapat diterima dan dibenarkan jika Allah yang
mahakuasa, mahabaik, mahatau berada dibalik penderitaan dan bencana?
Kalau memang Allah dengan sifat-sifatNya itu bagaimanakah Teodisi dapat
dipahami? Begitu fundamentalnya persoalan Teodisi ini, maka sangat mustahil
jika mau memfinalkan setiap pemikiran tentang Teodisi.
Penderitaan yang dikaitkan dengan Keadilan Allah menimbulkan banyak pertanyaan
yang belum terjawab, di antaranya apakah bencana dan penderitaan berasal
merupakan keadilan Allah? Dan apakah Allah memang menghukum manusia?
Kalau demikian maka sebenarnya iman Kristen dan Gereja diperhadapkan dengan
misteri penderitaan yang jawabannya melampaui batas-batas rasional.
Teodisi
semakin sulit sebab yang kita bicarakan adalah keadilan Allah atau Allah
sendiri. Teodisi merupakan “tindakan keadilan” Allah terhadap manusia,
maka tentu yang pertama yang harus disepakati adalah bahwa Allah itu
ada. Karena jika Allah tidak ada maka tidak ada Teodisi, Hal ini penting
sehingga kemudian tidak terjebak dalam pertanyaan apakah Tuhan ada atau
tidak. Kedua Teodisi hanya dapat dipahami dari perspektif manusia
sesuai dengan keterbatasannya sebagai ciptaan dalam memahami Allah sebagai
Pencipta.
Teodisi juga bukanlah sekedar persoalan ilmiah yang dapat dijawab melalui eksperimen dan observasi, bukan pula persolan praktis yang dapat diselesaikan dengan keputusan etis dan menindaklanjutinya. Teodisi juga merupakan persolan iman yang memerlukan sebuah pemikiran yang dapat menjelaskan secara proporsional siapa dibalik setiap bencana yang membawa penderitaan bagi manusia.
Teodisi juga bukanlah sekedar persoalan ilmiah yang dapat dijawab melalui eksperimen dan observasi, bukan pula persolan praktis yang dapat diselesaikan dengan keputusan etis dan menindaklanjutinya. Teodisi juga merupakan persolan iman yang memerlukan sebuah pemikiran yang dapat menjelaskan secara proporsional siapa dibalik setiap bencana yang membawa penderitaan bagi manusia.
Teodisi
adalah masalah yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah , sebab jika Allah
memang Mahatau, Mahakuasa dan Mahakasih mengapa masih ada penderitaan dan
bencana? Yang kemudian bencana dan penderitaaan dalam dunia dihubungkan dengan
Teodisi atau keadilan Allah. Pertnyaan-pertanyaan seperti itu sering muncul
dalam menghadapi penderitaan.
Karena itu
perlu sekali dibangun sebuah cara pandang yang baru dalam memahami
bencana dan penderitaan tanpa mengingkari kebebasan manusia dan keyakinan
manusia akan Allah. Alkitab sendiri memiliki jawaban yang beragam terhadap
penderitaan dan bencana yang dialami oleh manusia, misalnya kejadian 3:1-24 ;
6:1-8 yang memahami dan menginterpretasi secara teologis tentang Teodisi dalam
perspektif. (teodisi persoalan yang belum selesai karena itu lanjutkan
sendiri,,,, hehe)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Penderitaan dan Teodisi
Ditulis oleh Yosua Penpada
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://yosuapenpada.blogspot.com/2013/11/penderitaan-dan-teodisi_25.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Yosua Penpada
Rating Blog 5 dari 5



0 komentar:
Posting Komentar