Renungan GEMA 2011
05 August 2011
Yeremia 38
Orang Kristen harus berdoa bagi kesejahteraan bangsa dan
negara. Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah bahwa orang
Kristen juga harus mengkritik pemimpin bangsa yang korup dan merusak
bangsa sendiri.
Yeremia dituduh tidak mengusahakan kesejahteraan
bagi bangsa Israel (38:4) karena dia sering menyampaikan Firman Tuhan
yang isinya mengkritik pemimpin-pemimpin bangsa tersebut. Dia bahkan
dianggap mendatangkan kemalangan dan melemahkan semangat juang para
prajurit Israel. Oleh karena itu, ia dibungkam dan dibuang ke dalam
sumur berlumpur. Akan tetapi, firman Tuhan tidak dapat dibungkam,
sekalipun hamba-hamba-Nya bisa dibungkam. Kebenaran Alah dari mulut
Yeremia tidak pernah luntur, walaupun ia harus dibuang dan hidup di
sumur berlumpur.
Alkitab memang mengingatkan kita untuk
mengusahakan kesejahteraan masyarakat dan bangsa tempat kita hidup.
Kebenaran itu justru diajarkan oleh Yeremia sendiri (29:7). Kita harus
berdoa senantiasa kepada Allah agar bangsa kita diberkati dengan
kesejahteraan. Akan tetapi, kesejahteraan yang dimaksud oleh Alkitab
bukan hanya kehidupan yang makmur, tetapi kehidupan yang adil dan benar,
yang takut akan Allah, serta yang setiap sendi kehidupan berbangsa dan
bermasyarakatnya didasarkan pada sikap hormat pada kebenaran Allah dan
menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, mengusahakan
kesejahteraan bagi bangsa kita juga mencakup seperti yang dilakukan oleh
Yeremia, yakni menggunakan landasan kebenaran Allah untuk mengkritik
para pemimpin yang korup dan bobrok, termasuk mengkritik pemimpin agama
kita yang hanya mementingkan diri sendiri serta tidak memperhatikan
pertumbuhan rohani dan kesejahteraan umat Allah. [AH]
Yesaya 1:23
"Para
pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya
suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak
anak-anak yatim,dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka."
sumber : http://gkysydney.org/